Hidupku tak lagi sama ketika
mereka datang, tak akan ada diriku yang dulu. Hidup di antara mereka yang tak
sama denganku, yang tak pernah tahu apapun tentangku. Begitu berat tanggung
jawab yang harus ku emban. Terlalu lelah untukku menanggung beban seperti ini.
Mereka yang selalu ingin dimengerti, tapi tak pernah mau mengerti tentangku.
Mereka yang selalu harus dipahami, tapi tak pernah paham apapun tentangku.
Keluarga, hanya sebuah gelar
yang diberikan. Kenyataannya aku tak pernah dianggap ada oleh mereka. Mendekat
ketika membutuhkan lalu menjauh ketika selesai. Jika diibaratkan mungkin akan
seperti sampah permen karet yang selalu orang bicarakan. “habis manis sepah
dibuang”.
Tak ada lagi diriku yang
dulu, tak sama lagi diriku yang kini dengan yang dulu. Ingin rasanya kembali
kemasa itu. Mencoba untuk tak mengenal mereka. Dan tak masuk ke dalam dunia
mereka.
Sampai kapan aku harus
menyimpan derita ini, sampai kapan aku harus bertahan diperlakukan seperti ini?
Berontak? Dikatakan tak bertanggung
jawab. Didiamkan? Diinjak-injak seperti sampah.
Setiap manusia memiliki batas
kesabaran, haruskah aku harus bertahan sampai batas kesabaran itu habis?
Dan hari ini, batas kesabaran
itu telah habis, tak tahu apakah harus berubah menjadi orang yang egois atau
tetap harus mengalah demi tanggung jawab.
Edha_Kidam
Manado, 12 November 2012
11:57 PM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar